Gonore Pada Pria

Gonore paling banyak dijumpai dalam jajaran penyakit hubungan seksual, namun mudah diobati, tetapi bila terlambat atau pengobatan kurang tepat dapat menimbulkan komplikasi yang fatal. Penyebabnya adalah Neisseria gonorrhoeae, tergolong bakteri diplokokus berbentuk buah kopi. Masa inkubasi (waktu sebelum terjadi gejala) berkisar antara 3-5 hari setelah infeksi. Berdasarkan anatomi alat kelamin.

gonore pada pria

Infeksi gonore pada pria

Bentuk yang paling sering daalah uretritis gonore anterior akuta yag dalam bahasa awam disebut juga kencing nanah. Gejala umumnya adalah rasa gatal dan panas di ujung kemaluan, rasa sakit saat kencing dan banyak kencing, diikuti pengeluaran nanah di ujung kemaluan dan dapat bercampur darah.

Pada pemeriksaan akan dijumpai ujung kemaluan merah, membengkak dan menonjol di ujungnya bila di pijat akan keluar nanah. Penyakit ini bila tidak mendapat pengobatan yang tepat dapat menyebar ke bagian alat kelamin lainnya seperti kandung kencing, prostat sampai buah zakar dan salurannya. Dengan pengobatan yang kurang mantap, penyakit akab bersifat menahun dan menjadi sumber penularan bagi orang lain serta keluarganya
Gonore pada pria berkaitan dengan suatu sekret kekuning-kuningan dari penis. Kemungkinan untuk menderita gonore meningkat dengan bertambahnya jumlah pasangan seksual. Pria yang berumur 32 tahun dengan beberapa pasangan seksual mengalami pengeluaran sekret dari penis. Ia menderita gonore.

Komplikasi yang sering terjadi bila dosis obat kurang. Pada pria dapat terjadi peradangan di kelenjar prostat berupa nyeri saat ereksi, nyeri saat buang air besar dan sperma berdarah. Peradangan pada testis akan tampak berupa pembengkakan buah zakar yang sangat nyeri, saluran mani tersumbat dan kemandulan karena air mani tidak mengandung benih sperma.

a. Pengobatan gonore pada pria

- Mengobati pria penderita gonore harus selalu diikuti dengan pengobatan pada pasangannya, meskipun tidak tampak gejala dan keluhan apapun. Obat yang diberikan harus berdosis tinggi agar resistensi obat antibiotik tidak terjadi. Kombinasi obat yang bersifat sinergistik (kombinasi obat yang saling memperkuat efek bunuh bakteri) akan membantu proses penyembuhan. Mengompres menggunakan air es dan istirahat di tempat tidur sangat diperlukan bila buah zakar bengkak.

b. Pencegahan gonore pada pria

- Pemakaian kondom saat berhubungan seksual dapat mencegah penularan penyakit gonore. Jangan coba-coba mengobati gomore seorang diri, karena bila dosis antibiotika kurang, kuman penyebab gonorrhoea mudah menjadi resisten, sehingga banyak obat tidak efektif.

- Segera berobat ke dokter bila gejala nyeri saat berkemih sudah muncul.

Posted in Gonore | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Gonore dan Pencegahannya

Infeksi gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae dijelaskan oleh Dr. Satrio Dwi Prasodjo, SpOG, gejala infeksi ini  pada perempuan seringnya tidak khas atau sulit dilihat. Gejala bisa muncul dalam 2-10 hari setelah terpapar.

virus-gonore

 

gonorePada perempuan, memberi gejala nyeri di daerah bagian bawah, kadang-kadang disertai keputihan dengan bau yang tidak sedap, alat kelamin terasa sakit atau gatal, rasa sakit atau panas pada waktu kencing dan pendarahan setelah melakukan hubungan seksual. Pada laki-laki, gejalanya lebih nyata, seperti rasa sakit pada waktu buang air kecil atau ereksi, dan keluar nanah dai saluran kencing terutama pada pagi hari.

Sama seperti infeksi klamidia, kuman gonore juga bisa menyebabkan komplikasi hingga kemandulan. Proses terjadinya infeksi gonore dengan infeksi klamidia pun sama, yakni jika infeksi ini tidak diobati pada perempuan maka menyebabkan penyakit radang panggul yang menyebabkan peradangan organ reproduksi yang berada di panggul, pelekatan di sekitar panggul dan nyeri panggul menahun, hinigga bisa terjadi kemandulan. Kehamilan ektopik pun dapat terjadi.

Laki-laki juga bisa menjadi mandul bila tidak mengobati infeksi gonore yang dialaminya dengan benar. Selain dampak pad aorgan reproduksi, disebutkan pula bahwa kuman in bisa meninfeksi sendi, katup jantung dan atau otak.

Gonore dapat menyebakan kebutaan dan penyakit sistmik seperti meningits dan arthritis sepsis pada bayi yang terineksi pada proses persalinan. Untuk mencegah kebutaan, semua bayi yag lahir di rumah sakit biasanya diberi tetesan mata unutk pengobatan gonore.

Pemeriksaaan dan Pengobatan Gonore

Pemeriksaan kuman gonore bisa dilakukan melalui sediaan langsung dengan perwarnaan gram yang akan ditemukan gonokokus gram negatif ataupun pembiakan dari sekret. Pengobatan infeksi ini juga dengan antibitoik yang akan dipilih dokter dengan pertimbangan efektivitas, efek samping dan biaya. Termasuk jika antibiotik ini diberikan pada ibu hamil, maka pilihlan yang paling aman bagi kelangsungan kehamilan dan hidup janin yang dikandung.

Pencegahan tetap merupakan langkah terpenting. Tidak melakukan hubungan seksual baik vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi. Kondom dapat mengurangi tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali risiko penularan penyakit ini. Sebaiknya evaluasi dan periksakanlah pasangan dari orang yang terinfeksi.

Posted in Gonore | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Gonore Pada Wanita

Gonore adalah penyaki infeksi menular seksual paling tua yang pernah dilaporkan. Penyebabnya adalah kuman bakteri Neisseria gonorrhoeae. Tidak semua orang yang terpajan ke gonore akan terjangkit penyakit dan risiko penularan dari laki-laki kepada perempuan lebih tinggi daripada dari perempuan ke laki-laki. Perempuan beresiko paling tinggi mengalami penyebaran infeksi pada saat haid. Penularan kepada bayi yang akan lahir dapat menyebabkan infeksi pada mata dan akhirnya kebutaan pada bayi bila tidak diketahui dan diobati.

virus-gonore

imagesGejala dan tanda gonore timbul dalam 7-21 hari dimulai dengan sekret vagina yang purulen kuning-kehijauan yang berasal dari serviks. Penyakit ini tidak atau sedikit menimbulkan gejala pada 25-50% perempuan. Kuman penyebabnya adalah Teisseria gonorhoeae. Dengan masa tenggang waktu (masa inkubasi) selama 2-7 hari setelah tertular melalui hubungan seks.

Gonore pada wanita dapat naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi. Gejala awal gonore pada wanita biasanya muncul 7-21 hari setelah terinfeksi.

Bentuk lain infeksi gonore berupa konjungtivitis, pharangitis, infeksi anarektal, septicemia yang dapat disertai arthritis dan meningitis endocarditis. Untuk memastikannya, sebaiknya lakukan kultur bakteriologik dengan media tertentu, sediaan apus (smear) dan tes serologi.

Kuman penyebab gonore ini gemar sekali hidup di selaput lendir tubuh manusia. Biasanya selaput lendir kemaluan, baik pria maupun wanita, terutama selaput lendir saluran kemih bagian bawah (urethra). Di sana kuman bersarang dan berkembang biak sehingga terjadi peradangan yang akan menimbulkan keluhan nyeri panas atau gangguan dalam berkemih. Ini merupakan gejala awal serangan kencing nanah yang timbul dalam minggu-minggu pertama setelah kontak dengan penderita gonore lewat hubungan intim.

Sifat umum dari bibit penyakit gonore dapat menjadi kebal apabila obat pembunuh gonore dari golongan antibiotika kurang takarannya. Itulah sebabnya jika minum obat antibiotika jangan setengah-setengah, melainkan harus sampai habis. Jangan membiasakan diri hanya membeli sebagian dari resep obat antibiotika yang diberikan oleh dokter. Apotek biasanya tidak akan melayani jika resep dokter hanya ditebus sebagian terutama obat antibiotika gonore.

Beberapa penderita gonore terkadang hanya minum obat antibiotika 1 kali dalam sehari saja. Padahal mengkonsumsi obat antibiotika saja tidak menjamin kuman sudah terbasmi semuanya. Sisa kuman yang masih hidup inilah, akibat pemberian antibiotika yang kepalang tanggung, kelak akan melahirkan generasi yang kebal, jika orang tersebut terserang kembali atau memindahkan (menularkan) kepada orang lain.

Dampak buruk yang terjadi gonore pada wanita adalah ketika buang air kecil terasa pedih, pendarahan usai hubungan intim, keluar nanah berwarna kuning ataupun berdarah dari alat kelamin wanita, pendarahan terjadi di luar siklus menstruasi dan terasa keram dan mual.  

 

 

Posted in Gonore | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gonore

Apa Itu Gonore?

Gonorea atau kencing nanah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrboeae Seperti Sifilis.Bakteri ini menginfeksi lapisan dalam saluran kencing,leher rahim,rektum,tenggorokan dan bagian putih mata (Konjungtiva).

Bagaimana cara penularan gonorea?

Masa inkubasi bakteri ini sekitar 2-10 hari setelah masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seksual.Pada wanita,bakteri Neisseria Gonorrboeae menginfeksi saluran kencing,serviks,rahim,tuba fallopia (oviduct atau Bartholin yang terdapat dibibir kemaluan,kelenjar Skene’s yang terdapat dibagian lubang saluran kencing.Adapun pada pria,menginfeksi saluran kencing,epididimis,dan kelenjar Cowper’s.Selain itu,juga menginfeksi anus,rektum,mulut dan mata.

Bagaimana Gejala Gonorea?

Gejala utama dari penyakit ini adalah keluarnya nanah dari alat kelamin,terkadang nanah berwarna putih kekuning-kuningan atau kehijauan.Jika alat kelamin ini ditekan atau dipijit maka nanah akan keluar akan semakin banyak serta timbul rasa sakit saat urinasi dan kelenjar di selangkang menjadi bengkak.Infeksi selanjutnya dapat menyebabkan septicemia atau keracunan darah,radang jantung,dan sakit pada persendian.

images

Gonorea Komplikas yang sering terjadi adalah bakteri bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh.Infeksi yang menyebar melalui darah bisa menyebabkan bintik-bintik merah berisi nanah dikulit,demam,dan nyeri sendi atau yang dikenal dengan sindrom artitis dermatis.Tak hanya itu,juga terjadi infeksi pada jantung (Endokarditis) dan infeksi pembungkus hati (Perihepatitis).

Bagaimana Penanganan Gonorea? Gonore umunya ditangani dengan suntikan atau antibiotik melaui mulut selama satu minggu.Jika gonorea terlanjur menyebar lewat aliran darah biasanya penderita akan diberikan antibiotik melalui pembuluh darah atau infus.

Apa yang harus dilakukan untuk menghindari gonorea?

Gonore Sama halnya dengan Sifilis,pencegahan yang paling efektif tentunya adalah tidak berhubungan langsung dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menular.Setia pada pasangan dan tidak gonta-ganti pasangan adalah lebih baik bagi kehidupan seksual yang sehat.

Posted in Gonore | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Gonore

Jika penyakit gonore tidak diobati, bakteri dapat menyebar ke aliran darah dan mengenai sendi, katup jantung atau otak. Konsekuensi yang paling umum dari gonore adalah Pelvic Inflammatory Disease (PID), yaitu infeksi serius pada organ reproduksi wanita yang dapat menyebabkan infertilitas. Selain itu, kerusakan yang terjadi dapat menghambat perjalanan sel telur yang sudah dibuahi ke rahim. Apabila ini terjadi, sebagai akibatnya sel telur ini berkembang biak di dalam saluran falopii atau yang disebut kehamilan di luar kandungan, suatu hal yang dapat mengancam nyawa sang ibu apabila tidak terdeteksi secara dini.

Seorang wanita yang terinfeksi dapat menularkan penyakitnya kepada bayinya ketika sang bayi melalui jalan lahir. Pada kebanyakan kasus dimana Ibu mengidap gonore, mata bayi ditetesi obat untuk mencegah infeksi gonococcus yang dapat menyebabkan kebutaan. Karena adanya resiko infeksi Ibu dan bayi, biasanya dokter menyarankan agar ibu hamil menjalani tes gonore setidaknya sekali selama kehamilannya. Sedangkan pada pria, apabila tidak ditangani secara serius gonore dapat menyebabkan impotensi.

Cara Mencegah Gonore

Karena gonore ini sangat menular namun seringkali tidak menampakkan gejala-gejala khusus, seseorang yang pernah melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan sebaiknya memeriksakan dirinya dengan teratur. Penggunaan kondom dan difragma dapat mencegah penularan. Selain itu perlu terus waspada, karena sekali seseorang terinfeksi, tidak berarti selanjutnya ia menjadi kebal atau imun. Banyak orang terserang gonore ini lebih dari sekali.

Pencegahan jauh lebih baik dan lebih mudah dibandingkan dengan pengobatan. Perlu di tinjau kembali perilaku seksual sekarang, dan segera meninggalkan perilaku yang beresiko dan tidak bertanggung jawab. Jika sudah terlanjur terinfeksi, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Pengobatan Gonore

Pengobatan gonore biasanya akan diberi ampisilin 3,5 mg dimakan sekaligus lalu disuntik penisilin beberapa kali. Yang penting adalah pencegahannya. Tentu saja yang terbaik jangan berhubungan kelamin dengan penderita. Bila tetap mau berhubungan pakailah kondom dan beberapa jam sebelum berhubungan makanlah ampisilin 3,5 mg sekaligus.

Kebanyakan kasus gonore yang telah menyebar luas tetap disebabkan oleh strain yang peka terhadap penisilin, dan penisilin G, 10 juta satuan setiap hari selama 5-10 hari kelihatan merupakan terapi yang cocok. Pada salpingtis menahun, prostatitis, dan infeksi yang lama lainnya, pengobatan jangka lama dianjurkan.

Pada semua tipe gonore, pengobatan harus dilakukan dengan tindak lanjut yang berulang, termasuk pembiakan dari tempat yang terkena. Karena penyakit-penyakit yang ditularkan secara seksual lainnya dapat diperoleh pada saat yang sama, langkah-langkah diagnostic yang cocok juga harus dilakukan

Posted in Gonore | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Gonore

Bila gonore menyerang wanita kadang-kadang penderita tidak sadar karena tidak ada gejala khas yg berupa kencing nanah.Gonore pada wanita dapat menjalar sampai ke rahim,tabung rahim,indung telur, dubur, dan kadang-kadang dapat pula bersarang di kerongkongan.Wanita hamil yang menderita gonore bila melahirkan bayinya bisa buta bila tidak cepat diobati sakit mata bayi itu.

Pada lelaki gonore yang tidak mendapat pengobatan sempurna dapat mengenai kelenjar prostat, dubur, dan persendian. Lelaki yang menjilat alat kelamin wanita penderita gonore dapat pula menderita gonore kerongkongan dan lidah.

Penyakit gonore disebabkan oleh bakteri neisseriae gonorrhoeae. Secara umum ciri-ciri neisseriae adalah bakteri gram negatif, diplokokus non motil, berdiameter mendekati 0,8 μm. Masing-masing cocci berbentuk ginjal; ketika organisme berpasangan sisi yang cekung akan berdekatan.

Gonorrhea telah menyebar ke seluruh dunia. Di Amerika Serikat, tingkat kejadiannya meningkat secara recap dari tahun 1955 hingga akhir 1970 dengan 400 hingga 500 kasus per 100 ribu populasi. Berikutnya berhubungan dengan epidemi AIDS dan perkembangan penerapan seks yang aman, insiden telah menurun mendekati 100 kasus tiap 100 ribu populasi. Di Indonesia, infeksi gonore menempati urutan yang tertinggi dari semua jenis PMS. Beberapa penelitian di Surabaya, Jakarta, dan Bandung terhadap WPS menunjukkan bahwa prevalensi gonore berkisar antara 7,4%-50%

Gonorrhea yang secara khusus ditularkan melalui hubungan seksual, kebanyakan merupakan infeksi yang tanpa gejala. Tingkat infeksi dari organisme, yang dilihat dari kemungkinan seseorang untuk mendapat infeksi dari. pasangan seksualnya yang telah terinfeksi, mencapai 20 – 30% pada pria dan lebih besar lagi pada wanita. Tingkat infeksi dapat dikurangi dengan menghindari berganti-ganti pasangan, pemberantasan gonorrhea dari individu yang terinfeksi (yang dapat dilakukan dengan diagnosa dini dan pengobatan), serta temuan kasus-kasus dan kontak-kontak melalui penyuluhan dan penyaringan populasi yang beresiko tinggi. Mekanisme profilaksis (kondom) dapat menjadi perlindungan yang parsial. Penggunaan metode chemoprophylaxis menjadi terbatas karena meningkatnya resistensi gonococcus terhadap antibiotik.

Gejala Gonore

Gejala gonorrhea pada pria lebih jelas daripada yang terdapat pada wanita. Wanita seringkali hanya mengalami gejala ringan atau tidak ada sama sekali. Pada pria gejala pertama biasanya timbul 2-7 hari setelah terjadinya kontak seksual dengan seseorang yang mengidap penyakit ini. Gejala yang dialami pria dimulai dengan rasa tidak nyaman pada saluran kencing, yang diikuti dengan rasa sakit ketika kencing atau keluarnya cairan dari penis. Gejala yang juga muncul adalah perasaan ingin buang air kecil terus menerus (anyang-anyangan), dan makin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke bagian atas dari uretra. Ujung penis juga menjadi kemerahan dan membengkak. Pada wanita, gejala pertama kali timbul 7-21 hari setelah ia terinfeksi. Atau seringkali wanita yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah ia terinfeksi, dan baru ketahuan setelah pria pasangannya diketahui terinfeksi kemudian ia ikut diperiksa. Kalaupun terdapat gejala pada wanita biasanya ringan. Namun pada beberapa kasus, gejala yang biasanya timbul adalah sebagai berikut:

- Keluarnya cairan hijau kekuningan dari vagina

- Demam

-  Muntah-muntah

-  Rasa gatal dan sakit pada anus serta sakit ketika buang air besar, umumnya terjadi pada wanita dan homoseksual yang melakukan anal seks dengan pasangan yang terinfeksi

-  Rasa sakit pada sendi

-  Munculnya ruam pada telapak tangan

-  Sakit pada tenggorokan (pada orang yang melakukan anal seks dengan pasangan yang terinfeksi)

Posted in Gonore | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kelamin Gonore

Gonore (GO) didefinisikan sebagai infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae, suatu diplokokus gram negatif. Infeksi umumnya terjadi pada aktivitas seksual secara genito-genital, namun dapat juga kontak seksual secara oro-genital dan ano-genital. Pada laki-laki umumnya menyebabkan uretritis akut, sementara pada perempuan menyebabkan servisitis yang mungkin saja asimtomatik.

Gonokokus termasuk golongan diplokokus berbentuk biji kopi dengan lebar 0,8 μ, panjang 1,6 μ dan bersifat tahan asam. 2 Kuman ini bersifat gram negatif, yang terlihat di luar atau di dalam sel polimorfonuklear (leukosit), tidak tahan lama di udara bebas, cepat mati pada keadaan kering, tidak tahan suhu di atas 39° C dan tidak tahan terhadap zat desinfektan. Afinitas kuman sangat baik pada mukosa yang dilapisi epitel silindris seperti pada vagina atau epitel lapis gepeng yang belum berkembang (imatur, pada wanita prepubertas) sedangkan epitel transisional dan berlapis pipih lebih resisten terhadap kuman gonokokus ini.

Secara morfologik gonokokus terdiri dari 4 tipe yaitu tipe I dan II yang mempunyai pili yang bersifat virulen, serta tipe III dan IV yang memiliki pili yang bersifat nonvirulen. Pili akan melekat pada mukosa epitel dan akan menimbulkan reaksi radang. Hanya tipe I dan II yang patogen pada manusia.

Gonokokus akan melakukan penetrasi permukaan mukosa dan akan berkembang biak di dalam jaringan sub epitelial. Gonokokus akan menghasilkan berbagai macam produk ekstraseluler yang dapat mengakibatkan kerusakan sel, termasuk di antaranya enzim seperti fosfolipase, peptidase dan lainnya. Kerusakan jaringan ini tampaknya disebabkan oleh dua komponen permukaan sel yaitu LOS ( Lipo Oligosaccharide , berperan menginvasi sel epitel dengan cara menginduksi produksi endotoksin yang menyebabkan kematian sel mukosa) dan peptidoglikan (mengandung beberapa asam amino dan “ penicilin binding component” yang merupakan sasaran antibiotika penisilin dalam proses kematian kuman).

Mobilisasi leukosit PMN menyebabkan terbentuk mikroabses sub epitelial yang pada akhirnya akan pecah dan melepaskan PMN dan gonokokus.

Hanya sedikit negara-negara di dunia yang melaporkan estimasi insidensi penyakit ini secara akurat. Kejadian gonore mengalami penurunan sejak tahun 1980-an, terutama pada negara berkembang(termasuk Amerika Serikat), dan hal ini dikaitkan dengan meningkatnya kampanye tentang risiko PMS.1,6 Angka kejadian gonore di Amerika Serikat terus menurun sebesar 73,8% selama periode tahun 1975–1999, dan angka kejadiannya tetap stabil sampai pada tahun 2005 dilaporkan terjadi 339.593 kasus, di mana angka ini menunjukkan terjadinya peningkatan.

Di Amerika, insidensi terbanyak terjadi pa da usia 15–24 tahun, hal ini diaitkan dengan bertambahnya jumlah pasangan seksual dan makin menurunnya kesadaran untuk menggunakan kontrasepsi barier.

Gejala klinis infeksi gonokokus ini terdiri dari :

a. Gejala klinis yang asimptomatik (terjadi infeksi pada uretra, endoserviks, rektum dan faring tanpa memberi gejala klinis)

b. Gejala yang simtomatik tanpa komplikasi

c. Gejala yang simtomatik dengan komplikasi

d. Disseminated Gonococcal Infection (DGI)

Untuk gejala klinis yang simtomatik tanpa komplikasi, terutama terjadi pada laki-laki. Yang paling sering terjadi adalah uretritis akut anterior dengan gejala keluarnya duh tubuh uretra yang mukoid atau mukopurulen, diikuti kemudian dengan disuria, frekuensi miksi yang meningkat dan keluarnya tetes darah diakhir miksi. Meatus uretra eksterna sering mengalami edema dan tampak eritematus. Sedangkan pada wanita sering kali gejala tidak tampak. Hal ini disebabkan karena pendeknya uretra wanita dan gonokokus lebih banyak menyerang servik dengan keluhan yang paling sering adalah adanya duh tubuh servik yang mukopurulen, disuria, intermenstrual uterine bleeding, dan menoragia

Komplikasi terjadi bila pengobatan tidak segera dilakukan atau pengobatan sebelumnya tidak adekuat. Infeksi dapat menjalar ke uretra bagian belakang secara ascendent. Pada pria dapat memberi gambaran klinis antara lain: tisonitis, parauretritis, litritis, cowperitis, prostatitis, vesikulitis, funikulitis dan epididimitis, sistitis.

Sedangkan pada wanita, komplikasi yang dapat terjadi antara lain: salpingitis, penyakit radang panggul (PRP), parauretritis dan bartolinitis.

Posted in Gonore | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment